Apakah Kamu Takut?

Apakah kamu merasa takut dengan apa yang akan terjadi di masa depanmu?

Everything is Gonna Be Alright
Begitulah kata Mr. Tukul di sebuah reality show malam Selasa lalu. Saya tertawa mendengar lelucon-leluconnya. Temanya cukup menarik sehingga saya pun mengurungkan niat untuk segera tidur.

Malam itu, si Mr. Tukul kedatangan tamu sepasang suami-istri yang menurut saya sangat terkenal – Mbak Yeni (putri Gusdur) dan suaminya. Saya merasa sangat kagum dengan gaya bicara mereka yang begitu tenang dan cerdas. Mereka menunjukkan sikap dan tingkah laku yang seharusnya berlaku antara suami-istri. Jujur, menjaga perasaan, dan penuh senyum ketulusan. Mereka terlihat saling mencintai di mata saya. Pasangan cerdas yang ramah dan bahagia. ^_^
Di sela perbincangan malam yang hangat itu, Mr. Tukul menanyakan berbagai hal kepada tamu-tamunya. Salah satunya kurang lebih tentang kekhawatiran para tamunya dalam menghadapi hari depan.

Calon pasangan baru Ririn dan Aldy (mantan suami Ikke Nurjannah) juga hadir malam itu. Dengan mantap Ririn pun kurang lebih menjawab, “Saya yakin bisa menjadi istri dan ibu tiri yang baik. Saya yakin karena ada Mas Aldy di samping saya. Saya yakin karena Mas Aldy juga yakin.”

I Am Afraid
Dan memang menjadi kebetulan yang indah, ketika kemarin lusa salah seorang sahabat mengirimkan SMS yang kurang lebih berbunyi, “Mengapa aku takut menghadapi masa depan?”

Awalnya, saya heran membaca SMS-nya. Jarang sekali dia mengirim sms seperti itu. Setelah agak berpikir panjang, saya tarik kesimpulan bahwa ternyata saya sendiri kadang masih dihantui rasa takut ketika berpikir agak jauh ke depan. Dan saya pun mengetik jawabannya di HP:

Aku takut menghadapi masa depan, karena:
1. Aku nggak punya gambaran tentang masa depanku.
2. Aku nggak punya perencanaan yang bagus buat masa depanku.
3. Aku merasa bahwa my family tidak mampu membantuku merencanakan masa depanku. Itu di luar kapasitas mereka. I have to make my future plan by myself.
4. Aku melakukan kesalahan-kesalahan yang menghambat masa depanku.
5. Aku kurang berusaha dengan keras.
6. Aku belum cerdas secara emosional dan spiritual.
7. Aku kurang dekat dengan Allah. Sebenarnya, aku tak perlu takut jika aku merasa dekat dengan Allah.

Setelah selesai mengetik, saya pun mengirim pesan itu ke teman saya. Sayang, tidak ada respon balik setelah itu. Dan kalau ditelaah lagi, sebenarnya jawaban-jawaban saya di atas mengandung beberapa solusi.

Untuk menemukan berbagai solusi guna mengatasi ketakutan-ketakutan terhadap apa yang akan terjadi di masa depan, baca selengkapnya dengan mendownload di:

http://www.docstoc.com/docs/document-preview.aspx?doc_id=28928232&key=M2IwMGY3OGIt&pass=ODdhOC00NDE4