Arti Warna Buah dan Sayuran

Sayur mayur dan buah-buahan merupakan sumber makanan yang kaya akan kandungan gizi, vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat kesehatan tubuh. Buah dan sayuran memiliki berbagai macam aneka warna yang berbeda-beda. Dan tahukah anda bahwa ternyata warna pada buah dan sayuran ini memiliki arti. Warna-warna tersebut menunjukkan kandungan fitonutrien yang terkandung di dalamnya.

Fitonutrien atau kadang disebut fitokimia, dalam arti luas adalah segala jenis zat kimia atau nutrien yang diturunkan dari sumber tumbuhan, termasuk sayuran dan buah-buahan. Dalam penggunaan umum, fitokimia memiliki definisi yang lebih sempit. Fitokimia biasanya digunakan untuk merujuk pada senyawa yang ditemukan pada tumbuhan yang tidak dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh, tapi memiliki efek yang menguntungkan bagi kesehatan atau memiliki peran aktif bagi pencegahan penyakit.
Fungsi fitonutrien bagi tumbuhan adalah menjaganya dari lingkungan sekitar, seperti pemangsa, virus, bakteri dan jamur. Sedangkan fungsi fitonutrien bagi manusia antara lain yaitu untuk menjaga kesehatan jantung, sirkulasi darah, membantu pertumbuhan sel dan fungsi organ tubuh, serta antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas.
Fitonutrien yang terkandung pada buah dan sayuran masing-masing berbeda-beda satu sama lain. Jenis-jenis fitonutrien antara lain Lycopene, Beta-Carotene, Anthocyanidins, Resveratol, Striknin, Skopolamin, Skopoletin, Skoparon, Allicin, dan Lutein. Untuk mendapat semua manfaatnya, disarankan anda untuk mengkonsumsi aneka buah dan sayuran ini dengan berbagai ragamnya setiap hari. Berikut kandungan fitonutrien pada warna buah dan sayur serta manfaatnya bagi kesehatan kita.

Merah
Warna merah pada buah-buahan berarti dalam buah tersebut terdapat kandungan Antosianin dan Lycopene di dalamnya. Antosianin berguna untuk mencegah infeksi dan kanker kandung kemih, sedangkan Lycopene menghambat fungsi kemunduran fisik dan mental agar kita tidak mudah pikun. Selain itu, Lycopene juga mencegah bermacam-macam penyakit kanker. Lycopene juga dikenal sebagai Antioksidan tinggi untuk melindungi tubuh dari serangan virus, infeksi serta dapat mencegah penuaan dini dengan cara melindungi lapisan kolagen yang sangat baik untuk kesehatan kulit dalam tubuh kita.
Sementara sayuran yang berwarna merah seperti terung, kol merah, dan bayam merah. Pigmen pada sayuran jenis ini mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antikanker. Selain itu, kol merah jika disantap mentah ternyata mengandung senyawa fitokimia dan vitamin C dua kali lipat daripada kol putih.

Jingga dan Kuning
Buah dan sayur yang berwarna jingga atau kuning mengandung Beta-Carotene sebagai antioksidan yang bisa mencegah penyakit jantung, kanker kulit dan penuaan dini serta sebagai sumber vitamin C yang membantu tubuh menyerap zat besi untuk mencegah anemia dan rasa letih yang berlebih. Selain itu, sebagian Beta-Carotene yang ada di dalam tubuh berubah menjadi vitamin A yang akan memacu sistem kekebalan tubuh, membuat tubuh tidak mudah terserang penyakit.

Ungu, Biru dan Hitam
Mengandung Anthocyanidins Resveratol, Striknin, Skopolamin, Skopoletin dan Skoparon yang merupakan senyawa aktif yang dapat menghambat serangan gugup atau kekejangan saraf. Selain Oksidan yang tinggi sayur dan buah warna ungu-biru hitam ini baik untuk memperlancar peredaran darah.

Hijau
Sayur berwarna hijau merupakan sumber kaya Beta-Carotene (provitamin A). Semakin tua warna hijaunya, maka semakin banyak kandungan Beta-Carotenenya. Kandungan Beta-Carotene pada sayuran membantu memperlambat proses penuaan dini mencegah resiko penyakit kanker, meningkatkan fungsi paru-paru dan menurunkan komplikasi yang berkaitan dengan diabetes.
Selain itu, sayur mayur dan buah-buahan berwarna hijau juga mengandung Lutein, Vitamin dan Mineral yang sangat baik untuk sistem imun atau kekebalan tubuh serta baik untuk mata juga kulit. Vitamin K dalam sayuran hijau juga membantu tubuh menyerap kalsium untuk menjaga kekuatan tulang, juga pertumbuhan kuku dan rambut yang sehat.

Putih
Mengandung Allicin untuk menjaga kesehatan tulang, kesehatan fungsi arteri dan kelancaran peredaran darah. Kandungan serat dan vitamin C dalam buah-buahan berwarna putih juga tinggi. Manfaat langsung serat itu membuat kita nyaman saat buang air besar.
By Vee Posted in Gizi

12 Tanda-tanda Depresi pada Pria

Baik pada pria maupun wanita, depresi dapat menyebabkan kesedihan dan kehilangan minat kepada kegiatan yang sifatnya menyenangkan sekalipun. Hanya saja, laki-laki dan perempuan cenderung memiliki perbedaan dalam menunjukkan depresinya. Berikut adalah 12 tanda-tanda depresi pada pria.

1. Kelelahan
Orang yang mengalami depresi mau tidak mau harus menjalani serangkaian perubahan fisik dan emosional. Mereka bisa mengalami keterbelakangan kelelahan, serta psikomotor, atau perlambatan gerakan fisik, ucapan, dan proses berpikir.

2. Tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit
Masalah tidur-seperti insomnia, bangun sangat awal di pagi hari, atau tidur yang berlebihan adalah gejala depresi secara umum.

3. Sakit perut atau sakit punggung
Masalah kesehatan seperti sembelit atau diare, serta sakit kepala dan sakit punggung, umum dialami oleh orang yang mengalami depresi.

4. Sifat lekas marah
Untuk menyembunyikan kondisinya yang sedang “down”, pria yang mengalami depresi sering menunjukkan tanda-tanda marah.

5. Kesulitan berkonsentrasi
Retardasi psikomotor dapat memperlambat kemampuan pria untuk memproses informasi, sehingga mengganggu konsentrasi pada pekerjaan atau tugas lainnya.

6. Kemarahan atau permusuhan
Beberapa pria memanifestasikan depresi dengan menjadi bermusuhan, marah, atau agresif. Seorang pria yang menyadari ada sesuatu yang salah mungkin merasa perlu untuk mengkompensasinya dengan menunjukkan bahwa dia masih kuat atau mampu.

7. Stres
Penelitian telah menunjukkan bahwa stres dapat menyebabkan perubahan baik dalam tubuh dan otak, yang pada gilirannya dapat menyebabkan depresi.

8. Kegelisahan
Penelitian telah menunjukkan adanya hubungan kuat antara gangguan kecemasan dan depresi. Dalam hal ini, wanita memang cenderung lebih  mudah mengalami kecemasan, tetapi pria sering lebih mudah untuk berbicara tentang perasaan cemasnya, daripada berbicara tentang kesedihannya.

9. Penyalahgunaan zat
Penyalahgunaan zat sering menyertai depresi. Penelitian telah menunjukkan bahwa pecandu alkohol hampir dua kali lebih mungkin menderita depresi.

10. Disfungsi Seksual
Depresi adalah alasan umum untuk kehilangan hasrat dan disfungsi ereksi. Laki-laki cenderung kurang suka melaporkan masalah ini. Akibatnya, depresi pun justru bisa semakin meningkat.

11. Keraguan
Keraguan terkait dengan masalah pengolahan informasi dan depresi memperlambat kemampuan Anda untuk memutuskan.

12. Pikiran bunuh diri
Wanita lebih mungkin berusaha bunuh diri, tetapi pria lebih dari empat kali lebih mungkin untuk meninggal jika mereka mencoba bunuh diri. Salah satu alasannya adalah bahwa pria cenderung memilih metode yang lebih mematikan.

Sumber : Health.com.