Berawal dari sms sahabat yang bilang bahwa merk pembalut yang saya pakai selama ini katanya mengandung kaporit yang dapat menyebabkan kanker serviks dan mulut rahim. Rasa penasaran pun muncul, lalu saya posting sebagai status di Facebook. Ada yang menyarankan saya untuk menggunakan pembalut yang katanya dibuat dari kapas asli (bukan bekas) yang juga mampu membunuh kuman karena ada kandungan herbalnya. Namun, sahabat yang lain yang sudah selama setahun menggunakan pembalut herbal tsb, mengatakan keluhannya akhir2 ini, ditambah kekhawatirannya tentang matinya kuman baik yang justru bermanfaat. Nah, malah jadi rada bingung saya. Untung saja seorang kawan memberikan link ke sebuah artikel yang sangat bermanfaat, terkait dengan cara memilih pembalut yang tepat. Berikut kutipannya
Menurut WHO (Badan Kesehatan Dunia), Indonesia merupakan negara dengan penderita kanker mulut rahim (serviks) nomor 1 di Dunia dan 62% nya diakibatkan oleh penggunaan pembalut yang kurang berkualitas. Terlebih dengan keterangan bahwa di RSCM, terdapat 400 pasien kanker serviks baru setiap tahunnya dan kematian akibat kanker serviks sekitar 66%.
Lalu bagaimanakah caranya agar kita bisa membedakan mana produk pembalut yang berkualitas dan mana produk yang menggunakan bahan dioksin yang didalamnya terbuat dari hasil daur ulang barang-barang bekas. Cara yang mudah dalam menguji kualitas pembalut yang sering anda gunakan, adalah sebagai berikut:
Sobek bagian inti (bagian dalam) produk pembalut anda, kemudian ambil segelas air putih dan gunakan gelas transparan (bening) sehingga bisa terlihat lebih jelas perubahan cairannya. Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut tersebut dan celupkanlah ke dalam gelas yang berisi air tersebut, lalu aduk sebentar. Tunggu beberapa saat, dan perhatikan perubahan warna pada air tersebut. Jika anda melihat produk tersebut hancur seperti pulp dan airnya keruh, berarti pembalut yang anda gunakan adalah yang berkualitas buruk dan mengandung banyak pemutih. Dan akan anda temukan gulungan kertas dan bukan kapas. Produk yang berkualitas buruk tersebut mengandung dioksin yang sering menyebabkan bagian intim organ kewanitaan selalu mengalami banyak masalah, seperti keputihan, gatal-gatal, iritasi, juga pemicu terjadinya kanker mulut rahim/servik.
Mengapa organ kewanitaan kita rentan sekali terinfeksi bacteria? Menurut hasil penelitian, terdapat sebanyak 107 bakteri per milimeter persegi ditemukan di atas pembalut wanita yang berkualitas buruk, kondisi inilah yang memicu pembalut tersebut menjadi sumber sarang pertumbuhan bakteri merugikan, meski pembalut tersebut hanya dipakai selama 2 jam saja. Dapat anda bayangkan betapa banyaknya bakteri pada permukaan seluas pembalut, apabila pembalut tersebut dipakai lebih dari 2 jam.
Dan kemungkinan seorang wanita dewasa terjangkit infeksi pada bagian vagina adalah sebesar 83%. Berarti dari 10 wanita, terdapat 8 wanita yang mengalami infeksi vagina. 62% dari statistik tersebut disebabkan oleh pemakaian pembalut yang berkualitas buruk. Jika seorang wanita mulai terjangkit infeksi vagina sejak usia 20 tahun, maka sedikitnya dibutuhkan waktu 6 tahun dalam hidupnya hanya untuk proses pengobatan dan perawatan infeksi vagina. Selain pembalut tersebut, waspadai pula pemakaian pantyliner yang hampir setiap hari anda gunakan.
Waspadai bila organ intim kewanitaan anda sering mengalami keputihan. Jangan anggap sepele masalah keputihan. Karena bila anda biarkan terus menerus tanpa diobati, maka hal tersebut akan menjadi pemicu terjadinya Kanker leher rahim. Terdapat 2 macam keputihan, yaitu keputihan yang normal dan keputihan yang tidak normal. Keputihan normal bila lendir berwarna bening, tidak berbau, dan tidak gatal. Bila salah satu saja dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi berarti keputihan tersebut dikatakan tidak normal. Dan anda harus segera berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mengatasi hal tersebut agar tidak berkembang menjadi pencetus kanker leher rahim yang mematikan.