Pernah menuliskan mimpi-mimpimu???
Dulu, fitri pernah baca artikel yang memberi saran agar kita menuliskan mimpi-mimpi kita… Sayangnya, Fitri sering lupa sama mimpi-mimpi sendiri, meskipun kadang-kadang ada juga mimpi yang membuat Fitri berpikir, sedih, takut, senang, bahkan kadang tertawa sendiri saat Fitri terbangun…
Mimpiku yang satu ini kira-kira datang pas seminggu terakhir Ramadhan yang lalu… Fitri mengikuti sholat jamaah di sebuah masjid yang lumayan gedhe (mirip masjid kampungku sih, tapi lebih luas dan jumlah pintunya ada empat)… Lah, ada yang aneh dengan masjid ini… Keempat pintunya bukan terbuat dari kayu, melainkan terali besi (atau kawat gitu lah) yang sudah terkoyak di bagian bawahnya. Jadinya, orang-orang yang mau keluar dari masjid harus melewati bagian yang terkoyak (di bagian bawah) dengan hati-hati agar tidak tertusuk kawat besi yang runcing. Di pintu pertama, antreannya panjang. Apalagi keluarnya juga nggak mudah karena harus merunduk di bagian bawah terali. Akhirnya, Fitri memutuskan buat keluar melalui pintu masjid yang kedua. Lah, sama saja Fitri merasa nggak bisa keluar dari pintu yang ini… Bukannya nggak muat, he2… Terus, Fitri pun menuju pintu yang ketiga. Lah, di depan pintu ketiga ini malah ada lubangnya. Nggak begitu dalam sih, tapi setelah berhasil keluar, dijamin langsung kecemplung ke dalam lubang itu. Akhirnya, Fitri menuju ke pintu yang keempat. Waduh, di sini justru jauh lebih mengerikan. Lah, di depan pintunya ada lubang yang jauh lebih dalam. Mirip lubang sumur saja. Sama saja bunuh diri kalau melalui pintu yang ini. Ujung-ujungnya, Fitri sama beberapa jamaah tetap tertahan di dalam masjid, nggak bisa keluar…
Selama hidup, udah beberapa kali Fitri bermimpi dengan setting di masjid… Kayaknya dulu pernah kutulis di blog ini juga kalau nggak salah… Kalau yang dulu, mimpi shalat jamaah di masjid, trus jamaah dibuat panic coz ada kabar bahwa akan terjadi tanah longsor dan banjir bandang gitu… Semua jamaah trus berlarian keluar… Pas ngimpi yang ini, Fitri benar-benar takut, dan baru bisa sedikit tenang saat melihat dan mendengar seorang lelaki membaca Al Quran di depan masjid. Waktu bangun, Fitri masih juga ketakutan dan nggak berani buat tidur lagi. Eh, lantunan Al Quran yang tadi kudengar di mimpi kedengaran lagi. Fitri sempat kaget juga, tapi setelah didengar baik-baik sepertinya suara lantunan Al Quran itu berasal dari Pondok Pesantren di dekat wilayah kecamatan sana (padahal kan rumahku nggak dekat-dekat amat [jauh] dari Pondok Pesantren itu…).
Kalau mimpi yang ini, kira-kira datang seminggu pertama Bulan Syawal tahun ini… Fitri sedihhhh banget karena diusir dari rumah, diusir buat mendaki bukit (di mimpi itu orang-orang menyebutnya gunung) yang ada di sebelah utara desaku (lah, kalau di kehidupan nyata, bukit itu mungkin bukit di utara desa yang berfungsi sebagai makam). Akhirnya, Fitri pergi ke gunung itu. Untungnya, di sana banyak temannya. Fitri bareng orang-orang yang nggak kukenal malah bermain-main di sungai. Melompati sungai yang lumayan lebar, tapi kok ya nggak jatuh… Eh, tiba-tiba ada kabar kalau desaku terendam banjir… Waktu bangun, Fitri jadi sedikit bertanya-tanya dengan makna mimpi itu…
Nah, kalau ini mimpi yang benar-benar menyedihkan… Mimpi tadi pagi… Di mimpi ini Fitri menangis hebat, karena dapat kabar kalau teman sekampungku (teman SMP-ku dulu dalam kehidupan nyata) meninggal karena kecelakaan tragis. Fitri tuh kayaknya benar-benar nangis, nggak cuma mimpi… Palagi, waktu mbak-ku nyeritain kejadian kecelakaannya. Kata Mbak temanku itu ketabrak kendaraan gedhe, trus ketabrak lagi sama kendaraan lainnya di jalan raya. Padahal, sebelumnya bapaknya juga meninggal. Trus, di mimpi juga digambarkan, kalau temanku itu meninggalnya karena dijadikan tumbal pesugihan keluarga (msh kerabat) yang rumahnya berdekatan dengan rumahnya… Waktu bangun, Fitri masih sedih banget… Kan, Fitri sedikitpun nggak memikirkan temanku itu akhir-akhir ini (dia sudah bekerja, lebaran tahun ini Fitri juga nggak ketemu dia)… Semoga Allah melimpahkan rahmat kesehatan kepada temanku sekeluarga… Amien… (Tahu nggak Fren, Fitri jadi merindukanmu habis mimpi tadi pagi. Jadi berasa kalau persahabatan kita dulu begitu berarti. Mohon maaf lahir dan batin ya… Keep smile… Ups, aku jadi kebayang wajahmu dulu… Wajah versi SMP kita… Jadi inget dulu kita sering telat, entah karena Fitri kelamaan ngiket rambut, atau karena bus-nya yang lama… I miss you Friend, so much… Jadi pengen nangis lagi… Smoga kamu baik-baik saja ya…). I LOVE MY FRIENDS.
Nah, kira-kira hari keenam syawal lalu (kalau nggak salah), Fitri mimpi duduk di samping matahari… He2…
Tapi, kadang mimpiku lucu juga… Ini mimpiku waktu bangun kesiangan di libur lebaran kemarin. Fitri ada di sebuah acara pentas nyanyi gitu. Yang lain udah pada nyanyi, suaranya bagus… Lah, akhirnya tiba giliran Fitri maju. Fitri pegang microphone di panggung di depan penonton yang banyak… Lah, nggak nyangka musik yang diputar itu lagunya Superman is Dead. Lah, di kehidupan nyata aja liriknya nggak hafal, palagi di mimpi… Akhirnya, Fitri cuma berdiri bingung di panggung… Eh, waktu bangun ternyata Mbak-ku emang lagi muter CD lagunya Superman is Dead… Kenceng banget, mirip kayak di mimpi tadi (mungkin, biar adeknya bangun ^_^).
Mimpi itu seperti kehidupan kedua dalam hidup sementaraku…

