Updates from December, 2007 Hide threads | Keyboard Shortcuts

  • Bila Ibu Boleh Memilih 

    fitri 7:22 am on December 30, 2007 Permalink | Log in to leave a Comment

    ibu.jpg

    Anakku…
    Bila ibu boleh memilih
    Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar
    karena mengandungmu

    Maka
    ibu akan memilih mengandungmu?
    Karena dalam mengandungmu

    ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
    Sembilan bulan nak…

    Engkau hidup di perut ibu
    Engkau ikut kemanapun ibu pergi
    Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak
    karena kebahagiaan
    Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa
    tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata

    Anakku…
    Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi
    caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
    Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
    Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit
    kelahiranmu
    Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah
    satu pintu surga
    Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari
    jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
    Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita
    berdua
    Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa
    sakit,
    Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
    Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia

    Saat itulah…
    Saat paling membahagiakan
    Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
    Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
    Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan
    hati tentang junjungan kita
    Rasulullah di telinga mungilmu

    Anakku…
    Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah,
    atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
    Maka ibu memilih menyusuimu,
    Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu
    dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang
    sangat berharga
    Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu
    dalam kantuk ibu,
    Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain
    tidak bisa rasakan

    Anakku…
    Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang
    rapat
    Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
    Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

    Tetapi anakku…
    Hidup memang pilihan…
    Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
    Maka maafkanlah nak…
    Maafkan ibu…
    Maafkan ibu…
    Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle
    kehidupan kita,
    Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle
    kehidupan kita yang hilang
    Percayalah nak…
    Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
    Percayalah nak…
    Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…

     

    http://www.dudung.net

     

     
  • Mengapa Hati Keras Membatu…?! 

    fitri 6:57 am on December 30, 2007 Permalink | Log in to leave a Comment

    a.jpgHati adalah sumber penalaran, tempat pertimbangan, tumbuhnya cinta dan benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan keras kepala, ketenangan dan kegoncangan.
    Hati juga sumber kebahagiaan, jika kita mampu membersihkannya, namun sebaliknya merupakan sumber bencana jika menodainya. Aktivitas badan sangat tergantung lurus bengkoknya hati. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu berkata, “Hati adalah raja, sedangkan anggota badan adalah tentara. Jika raja itu bagus, maka akan bagus pula tentaranya. Jika raja itu buruk, maka akan buruk pula tentaranya.”


    Tanda-Tanda Kerasnya Hati

    Hati yang keras memiliki tanda-tanda yang bisa dikenali, di antara yang terpenting sebagai berikut :

    1. Malas Melakukan Kataatan dan Amal Kebaikan
      Terutama malas untuk menjalankan ibadah, bahkan mungkin meremehkan nya, melakukan shalat asal-asalan tanpa ada kekhusyukan dan kesungguhan, merasa berat dan enggan, merasa berat pula menjalankan ibadah-ibadah sunnah. Allah telah menyifati kaum munafiqin. Firman-Nya, artinya, “Dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (At-Taubah : 54)

    2. Tidak Tersentuh Oleh Ayat Al-Qur’an dan Petuah
      Ketika disampaikan ayat-ayat yang berkenaan dengan janji dan ancaman Allah, maka tidak terpengaruh sama sekali, tidak mau khusyu’ atau tunduk, dan juga lalai dari membaca al-Qur’an serta mendengarkannya, bahkan enggan dan berpaling darinya. Sedang kan Allah Subhannahu wa Ta’ala telah memperingatkan, artinya, “Maka beri peringatanlah dengan al-Qur’an orang yang takut kepada ancaman-Ku.” (Qaaf : 45)

    3. Tidak Tersentuh dengan Ayat Kauniyah
      Tidak tergerak dengan adanya peristiwa-peristiwa yang dapat memberikan pelajaran, seperti kematian, sakit, bencana dan semisalnya. Dia memandang kematian atau orang yang sedang diusung ke kubur sebagai sesuatu yang tidak ada apa-apanya, padahal cukuplah kematian itu sebagai nasihat. “Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?” (At-Taubah :126)

    4. Berlebihan Mencintai Dunia dan Melupakan Akhirat
      Himmah dan segala keinginannya tertumpu untuk urusan dunia semata. Segala sesuatu ditimbang dari sisi dunia dan materi. Cinta, benci dan hubungan dengan sesama manusia hanya untuk urusan dunia saja. Ujungnya, jadilah dia seorang yang dengki, egois dan individualis, bakhil dan tamak terhadap dunia.

    5. Kurang Mengagungkan Allah.
      Sehingga hilang rasa cemburu dalam hati, kekuatan iman melemah, tidak marah ketika larangan Allah diterjang, serta tidak mengingkari kemungkaran. Tidak mengenal yang ma’ruf serta tidak peduli terhadap segala kemaksiatan dan dosa.

    6. Kegersangan Hati
      Kesempitan dada, mengalami kegoncangan, tidak pernah merasakan ketenangan dan kedamaian sama sekali. Hatinya gersang terus-menerus dan selalu gundah terhadap segala sesuatu.

    7. Kemaksiatan Berantai
      Termasuk fenomena kerasnya hati adalah lahirnya kemaksiatan baru akibat dari kemaksiatan yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga menjadi sebuah lingkaran setan yang sangat sulit bagi seseorang untuk melepaskan diri.

      Sebab-Sebab Kerasnya Hati

    Di antara faktor kerasnya hati, yang penting untuk kita ketahui yakni:

    1. Ketergantungan Hati kepada Dunia serta Melupakan Akhirat
      Kalau hati sudah keterlaluan mencintai dunia melebihi akhirat, maka hati tergantung terhadapnya, sehingga lambat laun keimanan menjadi lemah dan akhirnya merasa berat untuk menjalankan ibadah. Kesenangannya hanya kepada urusan dunia belaka, akhirat terabaikan dan bahkan ter-lupakan. Hatinya lalai mengingat maut, maka jadilah dia orang yang panjang angan-angan.

      Seorang salaf berkata, “Tidak ada seorang hamba, kecuali dia mempunyai dua mata di wajahnya untuk memandang seluruh urusan dunia, dan mempunyai dua mata di hati untuk melihat seluruh perkara akhirat. Jika Allah menghendaki kebaikan seorang hamba, maka Dia membuka kedua mata hatinya dan jika Dia menghendaki selain itu (keburukan), maka dia biarkan si hamba sedemikian rupa (tidak mampu melihat dengan mata hati), lalu dia membaca ayat, “Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci.” (Muhammad : 24)

    2. Lalai
      Lalai merupakan penyakit yang berbahaya apabila telah menjalar di dalam hati dan bersarang di dalam jiwa. Karena akan berakibat anggota badan saling mendukung untuk menutup pintu hidayah, sehingga hati akhirnya menjadi terkunci. Allah berfirman, “Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itu lah orang-orang yang lalai” (QS.16:108)

      Allah Subhannahu wa Ta’ala memberitahukan, bahwa orang yang lalai adalah mereka yang memiliki hati keras membatu, tidak mau lembut dan lunak, tidak mempan dengan berbagai nasehat. Dia bagai batu atau bahkan lebih keras lagi, karena mereka punya mata, namun tak mampu melihat kebenaran dan hakikat setiap perkara. Tidak mampu membedakan antara yang bermanfaat dan membahayakan. Mereka juga memiliki telinga, namun hanya digunakan untuk mendengarkan berbagai bentuk kebatilan, kedustaan dan kesia-siaan. Tidak pernah digunakan untuk mendengarkan al-haq dari Kitabullah dan Sunnah Rasul Shalallaahu alaihi wasalam (Periksa QS. Al A’raf 179)


    3. Kawan yang Buruk
      Ini juga merupakan salah satu sebab terbesar yang mempengaruhi kerasnya hati seseorang. Orang yang hidupnya di tengah gelombang kemaksiatan dan kemungkaran, bergaul dengan manusia yang banyak berku-bang dalam dosa, banyak bergurau dan tertawa tanpa batas, banyak mendengar musik dan menghabiskan hari-harinya untuk film, maka sangat memungkinkan akan terpengaruh oleh kondisi tersebut.

    4. Terbiasa dengan Kemaksiatan dan Kemungkaran
      Dosa merupakan penghalang seseorang untuk sampai kepada Allah. Ia merupakan pembegal perjalanan menuju kepada-Nya serta membalikkan arah perjalanan yang lurus. Kemaksiatan meskipun kecil, terkadang memicu terjadinya bentuk kemaksiatan lain yang lebih besar dari yang pertama, sehingga semakin hari semakin bertumpuk tanpa terasa.

      Dianggapnya hal itu biasa-biasa saja, padahal satu persatu kemaksiatan tersebut masuk ke dalam hati, sehingga menjadi sebuah ketergantungan yang amat berat untuk dilepaskan. Maka melemahlah kebesaran dan keagungan Allah di dalam hati, dan melemah pula jalannya hati menuju Allah dan kampung akhirat, sehingga menjadi terhalang dan bahkan terhenti tak mampu lagi bergerak menuju Allah.

    5. Melupakan Maut, Sakarat, Kubur dan Kedahsyatannya.
      Termasuk seluruh perkara akhirat baik berupa adzab, nikmat, timbangan amal, mahsyar, shirath, Surga dan Neraka, semua telah hilang dari ingatan dan hatinya.

    6. Melakukan Perusak Hati
      Yang merusak hati sebagaimana dikatakan Imam Ibnul Qayyim ada lima perkara, yaitu banyak bergaul dengan sembarang orang, panjang angan-angan, bergantung kepada selain Allah, berlebihan makan dan berlebihan tidur.

      Solusi

    Hati yang lembut dan lunak merupakan nikmat Allah yang sangat besar, karena dia mampu menerima dan menyerap segala yang datang dari Allah. Allah mengancam orang yang berhati keras melalui firman-Nya, “Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk mengingat Allah.Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Az-Zumar: 22)

    Di antara hal-hal yang dapat membantu menghilangkan kerasnya hati dan menjadikannya lunak, lembut dan terbuka untuk menerima kebenaran dari Allah yakni:

    1. Ma’rifat (mengenal) Allah
      Siapa yang kenal Allah, maka hatinya pasti akan lunak dan lembut, dan siapa yang jahil terhadap-Nya, maka akan keras hatinya. Semakin bodoh seseorang terhadap Allah, maka akan semakin berani melanggar batasan-Nya. Dan semakin seseorang berfikir tentang Allah, maka semakin sadar akan kebesaran Allah, keluasan nikmat serta kekuasaan Nya.

    2. Mengingat Maut
      Pertanyaan kubur, kegelapannya, sempit dan sepinya, juga penderitaan menjelang sakaratul maut termasuk ke dalam mengingat maut. Memperhatikan pula orang-orang yang telah mendekati kematian dan menghadiri jenazah. Hal itu dapat membangunkan ketertiduran hati kita, dan mengingatkan dari keterlenaan. Sa’id bin Jubair berkata, “Seandainya mengingat mati lepas dari hatiku, maka aku takut kalau akan merusak hatiku.”

    3. Berziarah Kubur dan Memikirkan Penghuninya.
      Bagaimana mereka yang telah ditimbun tanah, bagaimana mereka dulu makan, minum dan berpakaian dan kini telah hancur di dalam kubur, mereka tinggalkan segala yang dimiliki, harta, kekuasaan maupun keluarga, lalu ingat dan berfikir, bahwa sebentar lagi dia juga akan mengalami hal yang sama.

    4. Memperhatikan Ayat-ayat Al- Qur’an.
      Memikirkan ancaman dan janjinya, perintah dan larangannya. Karena dengan memikirkan kandungannya, maka hati akan tunduk, iman akan bergerak mendorong untuk berjalan menuju Rabbnya, hati menjadi lunak dan takut kepada Allah.

    5. Mengingat Akhirat dan Kiamat
      Huru-hara dan kedahsyatannya, Surga dengan kenimatannya, neraka dengan penderitaannya yang disediakan bagi para pelaku dosa dan kemaksiatan.

    6. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
      Dzikir dapat melunakan hati yang keras. Karena itu selayaknya seorang hamba mengobati hatinya dengan berdzikir kepada Allah, sebab ketika kelalaian bertambah, maka kekerasan hati makin memuncak pula.

    7. Mendatangi Orang Shalih dan Bergaul dengan Mereka.
      Orang shaleh akan memberikan semangat ketika kita lemah, mengingatkan ketika lupa, dan memberikan jalan ketika kita bingung dan pertemuan dengan mereka akan membantu kita dalam melakukan ketaatan kepada Allah

    8. Berjuang, Introspeksi dan Melihat Kekurangan Diri.
      Manusia, jika tidak mau berjuang, introspeksi dan melihat kekurangan diri, maka dia tidak tahu, bahwa dirinya sakit dan banyak kekurangan. Jika dia tidak merasa sakit atau punya kekurangan, maka bagaimana mungkin dia akan memperbaiki diri atau berobat?

    Wallahu a’lam, semoga Allah Subhannahu wa Ta’ala melunakkan hati kita semua untuk menerima dan menjalankan kebenaran, amin ya Rabbal ‘alamin.

    Sumber : Kutaib “Limadza Taqsu Qulubuna” Al-Qism al-Ilmi Darul Wathan.

    Dari millist Salafi_indonesia

     
  • Manajemen Hati 

    fitri 6:40 am on December 30, 2007 Permalink | Log in to leave a Comment

    images.jpgSepertinya hati kita harus ditata ulang. Ada nasehat sangat mulia bagaimana menata hati kita. Mari kita simak :

    • Dalam sebuah hadits dinyatakan, pada suatu ketika datanglah seseorang kepada Ibnu Ma’ud r.a, sahabat Rasulullah saw, untuk meminta nasihat. Wahai Ibnu Mas’ud, “ujarnya“ “berilah nasihat yang dapat kujadikan obat bagi jiwaku yang sedang dilanda kecemasan dan kegelisahan. Dalam beberapa hari ini aku merasa tidak tentram.Jiwaku gelisah dan pikiran pun serasa kusut, makan tak enak, tidur pun tidak nyenyak.”
    • Mendengar hal itu, Ibnu Mas’ud kemudian menasehatinya “Kalau penyakit seperti itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat, yaitu ke tempat orang membaca Al Qur’an, kau baca Al Qur’an atau dengarkanlah baik-baik orang yang membacanya; atau pergilah ke majelis pengajian yang mengingatkan hati kepada Allah; atau carilah waktu dan tempat yang sunyi, kemudian berkhalwatlah untuk menyembah-Nya, misalnya di tengah malam buta, ketika orang-orang sedang tidur nyenyak, engkau bangun mengerjakan shalat malam, memohon ketenangan jiwa, ketentraman pikiran dan kemurnian hati kepada-Nya. Seandainya jiwamu belum terobati dengan cara ini, maka mintalah kepada Allah agar diberi hati yang lain karena hati yang kau pakai itu bukanlah hatimu.

    melatisidhi.blogspot.com

     
  • what was the meaning of…. 

    fitri 6:45 am on December 27, 2007 Permalink | Log in to leave a Comment

    tanggal 25 Desember, dini hari, sekitar pukul 3 pagi………

    Kami baru saja usai sholat Isya… Para jamaah keluar dari masjid kampungku yang entah mengapa tiba-tiba jadi bertingkat… Aku masih ada di halaman masjid, tatkala aku memandang langit dengan awan dan anginnya yang bergemuruh… Kulihat ada bagian langit yang hilang, seperti terlipat ke dalam. Bagian yang terlipat itu berwarna lebih gelap dari sekitarnya… Lantas, kami dikejutkan oleh seorang kawan yang dengan ketakutan meminta kami semua untuk meninggalkan masjid… Dengan penuh kecemasan ia memastikan bahwa di lantai 2 tak ada orang lagi. Ia mengatakan bahwa masjid akan roboh dan banjir bandang segera terjadi…. Setelah semuanya dipastikan telah meninggalkan masjid, maka ia pun berkata ingin segera pulang menyelamatkan keluarganya…

    Kami semua ketakutan… Begitupun aku… Di sela kepanikan itu tampak seorang laki-laki yang kukenal membaca Al Quran dengan tenang di depan masjid…

    Sampai ketika aku terjaga dari tidur, ketakutan masih menderaku… Hingga rasanya aku tak berani tidur lagi. Syukurlah, lambat laun kudengar sayup suara lantunan Al Quran yang teramat menenangkan…Kukir, suara itu berasal dari siaran radio, hingga aku pun beranjak dari tempat tidur… Kuputar-putar tombol pencari di radio, tapi tak kutemukan juga. Entahlah, aku tak tahu siapa yang mengaji dini hari itu…

    Aku masih ketakutan… Karena biasanya mimpiku yang hadir menjelang Subuh sebagian besar selalu jadi kenyataan…

    Allah menjadikan bencana sebagai ujian. Bisa juga sebagai peringatan. Entahlah…

    Yang pasti kemarin kudengar banjir melanda beberapa daerah, juga tanah longsor, lengkap dengan angin kencangnya…

    Semoga kita semakin dekat kepadaNya… Amiiin…^_^

     
  • I love kids!!! 

    fitri 10:35 am on December 17, 2007 Permalink | Log in to leave a Comment
    Tags: Rifa yg galak tapi kalau dah di dpn kamera langsung nar

    smdc0119.jpg

     
  • Baren dan Rifa yang narsis abis…..^_^ 

    fitri 10:30 am on December 17, 2007 Permalink | Log in to leave a Comment

    Apa yang kalian pikirkan ketika melihat mereka?

    Baren dan Rifa yang narsis abis…..^_^

     
  • funny. 

    fitri 10:32 am on December 15, 2007 Permalink | Log in to leave a Comment

     
  • cool…!!! 

    fitri 10:29 am on December 15, 2007 Permalink | Log in to leave a Comment

     
  • cool….!!! 

    fitri 10:26 am on December 15, 2007 Permalink | Log in to leave a Comment

     
  • Ikhlas… 

    fitri 10:05 am on December 15, 2007 Permalink | Log in to leave a Comment

    Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

    Ya Allah…
    Seandainya telah Engkau catatkan…
    Dia milikku tercipta buatku…
    Satukanlah hatinya dengan hatiku…
    Titipkanlah kebahagiaan antara kami…
    Agar kemesraan itu abadi…

    Ya Allah Ya Tuhanku yang Maha Mengasihi…
    Seiringkanlah kami melayari hidup ini…
    Ke tepian yang sejahtera dan abadi…
    Maka jodohkanlah kami…

    Tetapi ya Allah…
    Seandainya telah Engkau takdirkan dia bukan milikku…
    Bawalah dia jauh dari pandanganku…
    Jauhkanlah dia dari ingatanku…
    Dan peliharalah aku dari kekecewaan…

    Ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
    Berikanlah aku kekuatan…
    Menolak bayangannya jauh ke dada langit…
    Hilang bersama senja yang merah…
    Agarku sentiasa tenang…
    Walaupun tanpa bersama dengannya…

    Ya Allah yang tercinta…
    Pasrahkanlah aku dengan takdirMu…
    Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan…
    Adalah yang terbaik untukku…
    Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui…
    Segala yang terbaik buat hamba-Mu ini…

    Ya Allah…
    Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku…
    Di dunia dan di akhirat…

    Ya Allah…
    Dengarlah rintihan dari hamba-Mu yang dhaif ini…
    Janganlah Engkau biarkan aku sendirian…
    Di dunia ini maupun di akhirat…
    Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran…

    Ya Allah…
    Kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman…
    Agar aku dan dia sama-sama dapat membina kesejahteraan hidup…
    Ke jalan yang Engkau ridhai…
    Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh dan solehah…

    Ya Allah…
    Berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat…
    Dan peliharalah kami dari azab api neraka…

    AMIN… AMIN… AMIN… Ya rabbal ‘aalamin
    (http://pean07.wordpress.com/category/puisi/)

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel